Terlalu banyak kata ‘’sebagai” dipundakku
sebagai anak…sebagai kakak…
sebagai lelaki bahkan sebagai hamba…
abaikan semua ucapanku sebagai apapun yg berkenaan dengan semua itu
sisakan hanya…Aku
sebagai lelakimu, kekasihmu, pasangan jiwamu…
atau apalah engkau ingin dan akan menyebutku sampai nanti
sebagai itu aku berkata…
“Reguk semua usah ada kau sisakan
mungkin sang Asa masih disitu
memohon sedekah pada keakuan
mengemis pinta pada kedirian”
jangan menyerah, seberani engkau memberikan hatimu…
tetaplah disini, seperti saat kutitipkan hatiku…
yakinlah, seperti pertama ketika kita menamakannya sejati…
tengadahlah, persis seperti ketika kita selalu mengikut sertakan NamaNYA