Tiga puluh tiga tahun yang lalu kehendakMU jadikan ada
Tiga puluh tiga tahun buah cinta itu menyibak arti keberadaan
Tiga puluh tiga tahun pada kesementaraan mencari kabadian
Tiga puluh tiga tahun diri menangis merdu bagai seruling merindukan rimbunan bambu
Tiga puluh tiga tahun kekerdilan kian menganga dengan banyaknya pinta
Tiga puluh tiga tahun dahaga ini tak jua temukan muaranya
Tiga puluh tiga tahun diri menjadi pembantah yang nyata
Tiga puluh tiga tahun masih juga tak pantas melengkapi setengahnya jiwa
Tiga puluh tiga tahun tak jua bisa menjadi insan yang pandai bersyukur
Tiga puluh tiga tahun adakah sebuah ketulusan yang kau ridhoi sebagai keiklasan
Tiga puluh tiga tahun pernakah sekali aku menyebut namaMU dengan benar walau tiga puluh tiga kali kebiasaan
Tiga puluh tiga tahun hanya mencoba meminjam catatanNYA
Tiga puluh tiga tahun diri hanya bias jadi busa ditengah samudera
Tiga puluh tiga tahun masa semoga tak lenyap sia sia
